Cinta Itu Besaran?

Beberapa waktu lalu, Tuan Guru berdiskusi di sebuah grup whatshap, grup beranggotan alumni Fisika.

Tuan Guru bersama anggota grup, mengulik isi buku pegangan guru dan peserta didik. Ia menilai buku ajar itu  dikemas dengan bahasa ilmiah.

“Buku pelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah perlu sentuhan lembut,” kata Tuan Guru.

Tuan guru bersama anggota grup WA, mengusulkan agar buku ajar di sekolah. dikemas ringan agar mudah dipahami. Selain itu, menarik generasi milenial membaca buku.

Tuan Guru pun  mengupas isi buku ajar Fisika dengan bahasa ringan. Ia membaca buku Fisika karangan Prof Yohanes Surya, Fisika Gasing.

Buku itu  dapat dari Surya Institut, saat mengikuti pelatihan Eksplorer Fisika dengan fokus Fisika Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) 2007 di Bogor.

Ilustrasi: unplash.com
Ilustrasi: unplash.com

Buku karangan pembina olimpiade Fisika internasional itu, mengupas fenomena alam, tanpa rumus, memudahkan pembaca mengerti Sains. Simpel.

Tapi, Tuan Guru tak mau bahas Fisika Gasing, ia akan bercerita besaran dan satuan. Cerita ini biasa bagi mahasiswa Fisika atau Sains.

Bagi Tuan Guru, besaran adalah sesuatu yang bisa diukur dan dinyatakan dengan angka atau nilai.

Hem, apakah cinta itu besaran, apakah cinta itu bisa diukur, apakah cinta memiliki nilai dan arah. Entahlah…

Saat engkau di sampingku, besaran cinta itu akan bertumbuh setiap detik dan menambah nilai yang tidak lekang dimakan usia.

Itu kalau cintanya tulus. Cinta yang tulus tidak membutuhkan satuan untuk bandingkan dari satu hati ke hati yang lain.

Cinta tidak dapat diukur, karena tak punya alat ukur yang standar. Tapi, Anda bisa mengkurnya, tanyalah pada hatimu.

Cintaku tidak bisa disetarakan dengan dimensi besaran dan satuan. Cinta selalu hadir di antara kita berdua, tak berjarak.

Cinta tak bisa diuji dengan dua atau lebih besaran Fisika.
Cintaku seperti vektor yang memiliki nilai, meski bukan besaran karena tak bisa diukur, tapi memiliki arah.

Cintaku Bergerak Lurus Beraturan (GLB), menuju noktah kecil di hatimu.

Percayalah cintaku tak akan Bergerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) untuk menuju ke hati yang lain.

Membagi dan mengurang itu akan perkecil nilai cinta, tapi mengali dan menambah membuat cinta makin bertumbuh.

Jika Bergerak Lurus Berubah Beraturan, maka cintaku dipercepat, karena cintamu memiliki daya tarik gravitasi bumi, membuat saya jatuh bebas ke hatimu.

Melewati lintasan jarak di jalur pengorbananku menuju titik itu. Kini, cinta kita terus berotasi, seperti hukum kekekalan energi.

Energi cinta tak bisa diciptakan dan dimusnahkan, tapi hanya bisa berubah bentuk.

Cahaya di matamu dibiaskan, sehingga bayanganmu selalu hadir dalam anganku. Seperti pesan Sir Issac Newton atau Hukum Newton Tiga dikenal aksi reaksi.

“Saat aku memberikan rasa, kamu akan merasakan rasa yang sama. Saat diberikan aksi, akan dibalas dengan reaksi yang sama.”

Rasa itu melewati sebuah lintasan yang tepat, mengenai suatu titik menimbulkan usikan magnet cinta.

Ada rasa berbeda, selalu ingin bertemu, selalu ingin bertatap, selalu ingin bersama, tak mau ada jarak.

Cinta berjarak, menyebabkan energi berubah, seperti gaya listrik sebanding dengan muatan cintanya dan berbanding terbalik dengan jarak. (*)

__Terbit pada
4 Maret 2021
__Kategori
Sains

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *