Rumah untuk Semua

Saat Anda memasuki gerbang Kota Parepare, Anda akan disambut, sebuah tulisan Selamat Datang di Kota Parepare. Di gerbang itu juga tertulis, di kota ini lahir pemimpin bangsa, Presiden RI ketiga, Prof Dr Ing, Baharuddin Jusuf Habibie, seolah menggambarkan kota peradaban.

Gerbang berdiri megah di perbatasan Kabupaten Barru berwarna hijau cerah itu siap menyambut semua warga yang datang dengan ramah.

Sekira satu kilometer, pengunjung akan dimanjakan pemandangan alam, jembatan layang, Tonrangeng Riverside menghubungkan Rumah Sakit Regional Hasri Ainun Habibie. Rumah sakit itu kini menjadi ikon kota.

Saat sore atau malam, jembatan layang itu ramai dikunjungi warga, sekadar menyeruput kopi sambil menyaksikan matahari kembali keperadua atau sekadar berselfi ria dengan latar belakang laut dan rumah sakit dengan warna cerah. Saat malam hari, cahaya lampu, memanjakan mata pengunjung, di setiap sudut kota.

Di Alun alun Andi Makkasau, Monumen Cinta Sejati Ainun-Habibie bisa menjadi tempat alternatif bagi pengunjung, berswafoto atau selfi, di bagian dalam alun-alun dijadikan tempat berolahraga di pagi dan sore hari.

Tempat favorit lainnya Hutan Jompie, siap memanjakan pengunjung dengan udara segar, suasana alam masih alami cocok bagi warga yang suka suasana alam.

Bagi peneliti, Hutan Jompie bisa dijadikan tempat penelitian flora dan fauna. Di hutan itu hidup berbagai tumbuhan dan hewan demi menjaga keseimbangan alam.

Selain itu, ada tempat alternatif menawarkan destinasi wisata baru di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki dengan latar belakang pegunungan hijau, siap memanjakan pengunjung untuk berswafoto atau selfi.

Bagi yang suka wisata alam sambil outbond, berkemah, Anda bisa mencoba keramahan Mareso, di Kecamatan Bacukiki. Pengunjung akan menikmati udara segar dan sejuk.

Di Kota ini juga berdiri perguruan tinggi ternama IAIN Parepare siap menjelma menjadi Universitas Sains Islam, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah, Politeknik Kesehatan, Amsir siap menjadi Universitas Sapada, dan Akper Fatima.

Pelabuhan Nusantara menjadi jembatan menghubungkan Kota Parepare dengan Pulau Kalimantan dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Pasar Senggol, pasar menyedian pakaian bermerek, produk luar negeri, namun harga miring. Menjadi surga bagi warga memiliki fasion bermerek dan harga miring.

Kini Kota Parepare, menjadi tempat tujuan wisata dengan sejumlah fasilitas dengan keramahan warganya. Kota kecil dengan luas sekira 92 kilometer persegi itu menjadi rumah untuk semua.

Kota cinta nan indah, siap manjakan pengunjungnya. Ups, tapi jangan lupa ikuti protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, mencuci tangan di air mengalir, dan menghindari kerumunan.

Kota Parepare bukan hanya menyajikan keramaian, tapi siap manjakan tamunya dengan berbagai jenis wisata.

Mulai wisata alam, kuliner, belanja, taman syariah, pendidikan berbasis Islam, dan sejarah. Kota Parepare menjadi mengurai cerita manis di setiap kisahnya. Kota Parepare siap menjelma kota modern.

Kota Niaga, Kota Pendidikan, Kota Sejarah, dan Kota Tujuan Wisata. Semoga Korona segera berakhir.

Mari bersinergi, berantas Covid-19, pulihkan ekonomi. Roda ekonomi berputar cepat. Rakyat sejahtera.Menjadikan Parepare, kota santun dan ramah untuk semua. Selamat Hari Jadi Kota Parepare ke-61.(*)

__Terbit pada
16 Februari 2021
__Kategori
Lifestyle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *