Tas siaga

Inilah Isi Tas Siaga Bencana

Medio 2011-2012, saya bergabung di sebuah lembaga non pemerintah, Hope Worldwide Indonesia bersama Community Based Disaster Risk Reduction (RBDRR) dalam program Rencana Sebelum Bencana di Kota Batam.

Selama dua tahun lebih, saya bersama tim relawan, mengedukasi guru dan masyarakat agar memahami dan mengenali potensi bencana. Berbagi cerita menjaga alam agar tetap lestari.

Bencana alam tak bisa dicegah, tapi mungkin cara terbaik mencegah bencana dengan merawat dan melestarikan alam. Selalu menerapkan sikap kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko bencana di sekitar kita.

Setiap daerah memiliki potensi bencana berbeda. Kita tak pernah tahu kapan dan di mana bencana terjadi. Bersahabatlah dengan alam, jangan pernah merusak alam. Rawatlah bumi dengan kebaikan, meski sangat kecil.

Jika tinggal di wilayah rawan bencana, maka sebaiknya selalu waspada, menyediakan Tas Siaga di rumah. Tas itu disimpan di tempat yang gampang di jangkau dan disepakati siapa yang membawa saat terjadi bencana.

Tas Siaga berisi kebutuhan yang wajib saat kondisi darurat terjadi sesuai kebutuhan keluarga. Tas Siaga diisi dokumen penting seperti akta kelahiran, ijazah, surat kendaraan, kartu keluarga, buku tabungan, dan dokumen penting lainnya.

Pakaian secukupnya untuk tiga, seperti selimut, handuk, dan jas hujan. Makanan ringan dan tahan lama seperti mi instan, abon, coklat, biskuit, dan lainnya.

Air minum yang setidaknya dapat mendukung kebutuhan selama 3 hari, obat-obatan pribadi. Alat bantu penerangan seperti senter, lilin, korek api. Jangan lupa menyiapkan uang tunai untuk bekal selama kurang lebih 3 hari.

Masker sebagai alat lindung pernafasan, perlengkapan mandi,
ponsel untuk memantau informasi lebih lanjut mengenai bencana alam. Jangan lupa siapkan pengisi daya atau power bank.

Selain itu, perlu sikap kesiapsiagaan bencana di waktu yang tak diduga, seperti malam atau dini hari. Tips ininsaya copy paste dari media sosial, sepuluh kebiasaan siaga bencana, patut diikuti. Jika berada di daerah rawan bencana.

Pertama tidur mengenakan lengkap, jangan hanya pakai sarung. Kedua, jilbab bagi muslimah. Tiga, pastikan batteray handphone selalu terisi cukup. Empat, jangan kunci pintu kamar saat tidur. Lima, jangan pakai headset saat tidur.

Enam, handphone, laptop, jam tangan, dompet atau barang berharga lainnya dimasukan dalam tas siaga dan disimpan di tempat aman.

Tujuah kendaraan diparkir dengan posisi bagian kepala mnghadap keluar. Delapan, simpan kunci motor dan mobil di satu tempat yg mudah diambil.

Sembilan, siapkan pakaian yang cukup untuk 2-3 hari, terlipat rapi, termasuk pakaian dalam. Sepuluh, salat tepat waktu, dan jangan lupa berdoa sebelum tidur memohon lindungan dan keselamatan untuk kita semua.(*)

__Terbit pada
27 Januari 2021
__Kategori
Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.